Jebakan Informasi // Sebuah Teori (Part 2)

ini adalah part 2 dari artikel Jebakan Informasi. kalo belum baca artikel pertama, sebaiknya jangan baca dulu yg ini. klik disini untuk membaca artikel pertama

ada hal yg membuat saya bertanya-tanya. kenapa ada faksi/golongan astral entities (mahluk astral / mahluk ghoib) begitu bersusah payah melakukan disinformasi bahkan malinformasi pada manusia?

melalui artikel ini, saya paparkan teori saya sendiri. bisa benar bisa juga tidak. tapi inilah penjelasan terbaik yg bisa saya pikirkan

Teori 168 Media

manusia punya tubuh fisik dan tubuh non fisik/tubuh cahaya. untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya, tubuh fisik manusia perlu

  • udara
  • air
  • kalori (didapatkan dari makanan)

sementara itu, tubuh cahaya hanya perlu prana / chi / ki

udara, air dan makanan dikenali sebagai salah satu dari kebutuhan dasar manusia. kita kategorikan ketiganya sebagai “pangan”. selain pangan, kebutuhan dasar manusia adalah “sandang” (penutup tubuh / pakaian) dan “papan” (tempat tinggal)

pangan-sandang-papan adalah kebutuhan hidup yg paling dasar (KEBUTUHAN PRIMER). kalo ketiganya sudah bisa dipenuhi, maka manusia beralih pada kebutuhan SEKUNDER dan bahkan TERSIER

ambil contoh: makanan. makanan pokok orang Indonesia adalah: nasi. ini adalah makanan primer. nasi biasanya tidak dimakan sendirian, ada pendampingnya (lauk pauk). lauk pauk merupakan makanan sekunder. contoh sayur dan daging

selain itu masih ada makanan tersier. contohnya snack. ini tidak harus terpenuhi, tapi jika bisa maka makanan menjadi kumplit

dari segi harga, makanan primer harganya lebih murah dari makanan sekunder dan makanan sekunder harganya lebih murah dari makanan tersier

harga 1 kg beras akan lebih murah dari 1 kg daging sapi dan harga 1 kg daging sapi akan jauh lebih murah daripada 1 kg es krim Ben and Jerry’s 

sementara itu ingat… tubuh cahaya manusia hanya perlu prana / chi yg berlimpah ruah seperti udara

ini kemana arahnya sich ? kok ngalor ngidul…

well… namanya juga teori hehe, begini. dulu saya berpikir, astral entities tidak punya kebutuhan. mereka kan tidak punya tubuh fisik. mereka tidak perlu daging sapi serta Ben and Jerry’s.

betul. mereka memang tidak perlu steak dan es krim. tapi mereka ternyata punya kebutuhan primer. untuk hidup, astral entities perlu prana/chi. dan prana adalah kebutuhan primer.

selain yg primer, ternyata ada yg sekunder bahkan tersier. saya menyadari ini setelah mulai intens berhubungan dengan para mahluk astral non DIVINE BEINGS

mereka meminta imbalan, fee. ini dulu membuat saya heran. untuk apa fee itu? mahluk-mahluk ini kan bisa menyerap prana dan prana tersedia secara infinite di semesta?

ternyata ada energi tertentu yg tidak bisa didapatkan di semesta kecuali dari mahluk sentient yg punya tubuh fisik. salah satunya adalah manusia

manusia dengan tubuh fisik yg digerakkan oleh pikiran, ternyata menghasilkan berbagai macam emosi. emosi manusia sangat disukai oleh para mahluk astral

bagi mereka emosi manusia adalah energi yg menjadi kebutuhan sekunder bahkan tersier

contoh

  • seks. bagi astral entities dari jenis/golongan tertentu, seks adalah energi yg sangat “manis”. karena itu ada mahluk astral yg meminta imbalan energi seks dari manusia.
  • anger. kemarahan adalah energi berikutnya yg disukai oleh mahluk astral tertentu. ini benar-benar membuat mereka ketagihan
  • fear. ketakutan, putus asa, dan sejenisnya adalah energi berikutnya yg sangat disukai terutama oleh golongan yg bersifat chaotic dan demonic
  • gratitude. rasa syukur dan terima kasih adalah makanan tersier bagi mahluk-mahluk astral yg sifatnya angelic (kita tidak bicara angel ya)

dari berbagai interaksi dengan mahluk-mahluk ini, saya mulai menyadari bahwa mereka juga punya kebutuhan non primer.

bagi golongan mahluk² yg bersifat chaotic dan demonic, mereka sangat tertarik dan ketagihan dengan fear. fear adalah komoditas yg “mahal” dan dicari-cari oleh  mereka

karena emosi manusia bisa menghasilkan fear, golongan ini berpikir untuk menjadikan manusia sebagai “ternak”

mereka sangat berkepentingan untuk menyetir manusia, terutama manusia yg bisa dijebak dalam jebakan informasi. lebih bagus lagi jika manusia tsb bisa masuk ke jebakan juru selamat (messiah complex)

orang-orang yg bisa disetir ini kemudian akan menarik orang-orang lainnya untuk menjadi pengikut. itu sebabnya doomsday cult dari dulu sampai sekarang punya banyak pengikut! contoh:

  • Shoko Asahara (pendiri Aum Shinrikyo)
  • Jim Jones (pendiri Peoples Temple)

jika banyak manusia bisa diarahkan pada disinformasi dan malinformasi, maka pasokan fear ke golongan astral entities ini bisa mengalir lancar dan terjaga supply-nya

mereka sangat senang jika ada manusia yg bisa dijebak untuk berkonflik dengan manusia lainnya. dan skala disinformasi mereka sangat besar, bukan lagi pada tingkat individu saja tapi sudah ke tingkat nation/negara

tambahan

Tentu saja tidak semua astral entities berkelakuan seperti ini. bahkan tidak semua yg sifatnya demonic senang dengan energi fear dan chaos.

ada yg bersifat demonic tapi sangat “alergi” dengan fear dan justru senang dengan fee berupa energi love/gratitude. bahkan ada yg sifatnya angelic namun meminta imbalan energi seks

banyak juga kok yg tidak meminta imbalan apa-apa, mereka tulus dan tidak segan berbagi pengetahuan. tapi Hermit sudah mengingatkan saya, manusia yg berteman baik aja bisa berantem, bisa saling memanipulasi.

begitu pula dengan teman-teman astral entities. karena itu tidak ada salahnya untuk waspada. bukan hanya pada teman-teman fisik tapi juga teman-teman “ghoib”

ok, ini hanya teori yg didasarkan dari pengalaman pribadi. anggap saja sebagai catatan pinggir. salam cahaya!

Masukkan alamat email Anda untuk mengikuti blog berikut dan menerima notifikasi jika tersedia pos baru melalui email.

Baca Juga: 



2 respons untuk ‘Jebakan Informasi // Sebuah Teori (Part 2)

Add yours

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog di WordPress.com

Atas ↑

Buat situs web Anda di WordPress.com
Mulai
%d blogger menyukai ini: